Kategori
Featured Google Cloud Platform Tutorial VPS

Cara Install RunCloud di VPS Google Cloud Platform

Cara Install RunCloud di VPS Google Cloud Platform – Mungkin temen-temen disini ada yang sudah mencoba Runcloud? Saya sendiri sebenernya baru menggunakan Runcloud, yaa belum ada sebulan lah hehe. Gara-gara beberapa waktu yang lalu mendapatkan kabar kalau serverpilot sudah tidak lagi membuka versi gratis. Jadi untuk connect server baru kita diharuskan untuk bayar dulu. Ngeselin kan wkwkw, mau gamau ya kudu nyari alternatif panel vps gratis selain serverpilot. Dan akhirnya ketemu deh yang namanya Runcloud.

Untuk yang belum tau, runcloud ini adalah SaaS yang berguna untuk memudahkan kita dalam melakukan manajemen VPS. Yaa.. bisa dibilang runcloud ini sama persis dengan serverpilot. Jadi kita bisa dengan mudah membuat webapps, membuat database, memasang SSL dan lain sebagainya melalui website runcloud. Tinggal klik klik beres.

Keunggulan Runcloud

Salah satu keunggulan runcloud adalah tampilannya yang user friendly dan modern. Bagi kamu yang baru mengoperasikan runcloud, dijamin deh pasti langsung paham. Lalu untuk bagian webserver, jika di serverpilot hanya menyediakan Apache webserver dengan Nginx (reverse proxy), berbeda halnya dengan runcloud yang menyediakan 2 pilihan yaitu Apache webserver dengan Nginx (reverse proxy) dan juga Native Nginx. Selain itu di runcloud ini juga terdapat berbagai aplikasi siap install seperti WordPress, Joomla, Prestashop, dll.

Dan satu lagi, runcloud ini gratis. Yaa meskipun ada juga sih versi premiumnya (berbayar). Nah dengan versi gratis ini, kita hanya bisa memanage 1 buah vps dan membuat unlimited webapps dan database. Yaa kalau bagi saya sih lebih dari cukup, 1 vps untuk beberapa web. Lumayan lah jika dibandingkan serverpilot šŸ˜€

Cara Install RunCloud di Google Cloud Platform

Berhubung runcloud ini berjalan di port 34210/tcp dan secara default port ini ditutup oleh GCP, jadi kita harus membukanya secara manual. Caranya seperti berikut:

Buka dashboard console GCP lalu pilihĀ VPC NetworkĀ Ā»Ā Firewall RulesĀ Ā»Ā Create Firewall Rules. Setelah itu akan muncul form pengaturan firewall. Jika bingung, isi saja form sesuai dengan gambar berikut.

Jika sudah beres klikĀ Create.

Membuat Instance Baru

Langkah selanjutnya pastikan kamu telah membuat instance (VPS) baru terlebih dahulu. Untuk cara membuat instance baru GCP bisa baca-baca dulu artikel saya berikut.

Nah sebenernya saya kurang tau pasti system requirementnya runcloud ini seperti apa, ditambah saya juga lagi males sercing wkwkw, yang jelas saya menggunakan Ubuntu 18.04 dengan RAM diatas 1GB dan semuanya berjalan lancar.

Jika sudah sukses membuat instance, klik tombol SSH sehingga akan terbuka terminal SSH. Ketik sudo -s lalu tekan enter dan biarkan sejenak. kita lanjut ke langkah berikutnya.

Manage Instance GCP dengan Runcloud

Langkah pertama, buka website RunCloud. Nah untuk yang belum mempunyai akun runcloud, silahkan register dulu. Tenang, gampang kok tinggal isi klik klik beres. Jika sudah berhasil register, silahkan login.

Klik Connect a New Server. Lalu akan muncul halaman seperti berikut.

  • Name of your server: Isi bebas
  • IP Address: Isi dengan IP External instance GCP
  • Server Provider: Isi dengan Google Cloud Platform

Jika sudah beres, klik tombol Connect this server.

Setelah itu akan muncul halaman berisi script. Copy seluruh scriptnya lalu paste kedalam terminal SSH yang sebelumnya sudah terbuka. Jika sudah terpaste, tekan enter.

Dengan begitu proses instalasi runcloud akan berjalan, tinggal tunggu saja hingga selesai, ditandai dengan munculnya teks Finished installation pada terminal SSH dan juga dashoard runcloud. Oiya jangan lupa simpan MySQL root, user, dan password di tempat yang aman. Nantinya kredensial ini dapat digunakan untuk login di SFTP (File Manager untuk VPS).

DemikianĀ Cara Install RunCloud di VPS Google Cloud Platform. Jika bingung jangan sungkan-sungkan bertanya di kolom komentar. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Kategori
Hosting Sponsored Content

Hosting Cpanel Murah Domainesia

Hosting Cpanel Murah Domainesia – Bagi anda yang awam dalam dunia pembuatan website pastinya asing mendengar nama Cpanel. Sebaliknya, jika sobat sudah terbiasa membuat web pastinya sudah tak asing lagi dengan istilah cpanel. Ā Untuk mengetahuinya secara lengkap, apa itu cPanel maka anda berada di tempat yang tepat. Anda bisa membaca terus artikel ini.

Ketika anda membeli web hosting di penyedia layanan hosting seperti Domainesia pastinya sobat memperoleh akun cPanel yang kepanjangannya Control Panel. Berdasarkan pemaparan situs Wikipedia, cPanel merupakan suatu control panel yang terdapat pada hosting yang bersifat otomatisasi dan menampilkan grafis. Cpanel sangat membantu untuk mempermudah berjalannya hosting di suatu website.

Pendek kata, cPanel adalah sebuah panel pokok untuk mengatur proses hosting. Dengan cPanel, sobat dapat melakukan pengaturan dalam hal berkaitan dengan hosting maupun domain secara gampang. Jika diumpamakan, cPanel sebuah lemari yang mempunyai banyak benda di dalamnya dan anda bisa menyusunnya secara rapi dan apik dengan mudah. Benda-benda yang terdapat dalam lemari, antara lain software, database, domain, file website, SSL dan email.

Ada banyak hal yang bisa sobat kerjakan di dalam pengaturan cPanel, antara lain : mengatur hosting, mengatur domain, instalasi software, mengelola database, melaksanakan backup data, memanage file website, mengelola email, pengaturan SSL, menambah addon domain dan membikin sub domain.

Untuk mulai melakukan pengelolaan dan pengaturan hosting dan domain di cPanel maka sobat mesti terlebih dahulu melaksanakan login di cPanel. Setelah masuk di cPanel maka anda bisa melakukan setting hosting dan domain. Namun untuk bisa melakukan seperti itu, sobat diwajibkan mempunyai layanan hosting yang dibeli dari Domainesia. Akan tetapi, bagi sobat yang masih belum mempunyai web hosting di Domainesia bisa memesan hosting cpanel dengan fitur lengkap dan harga murah di situs resminya : Domainesia.com/hosting/. Ada beragam jenis hosting cPanel Ā dan beli domain yang bisa sobat beli di Domainesia dalam jangka waktu perbulan sampai pertahun.

Hosting Murah Cpanel Domainesia

Domainesia menyediakan hosting cPanel murah dengan kualitas tercepat dan terbaik. Anda bisa membeli hosting cPanel di Domainesia dengan sangat mudah. Selepas sobat menyewa hosting di perusahaan Domainesia, berikutnya secepat mungkin pihak Domainesia akan memberikan informasi kepada anda melalui email mengenai informasi akun hosting anda secara detail. Contohnya setting email, FTP, informasi server, login cPanel dan lain-lain.

Berikutnya, sobat dapat melaksanakan aktifitas login di cPanel. Ā Dengan melihat dulu detail login cPanel. Di kolom tersebut sobat akan mendapatkan informasi yang sangat jelas tentang Control Panel URL, password maupun username yang diberikan oleh pihak Domainesia.

Hosting cPanel di Domainesia terdiri dari empat paket hosting yakni Lite, Extra, Super dan Monster. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 8000 perbulan untuk paket Lite. Dan harga hosting cPanel termahal sebesar Rp 64 ribu perbulan.

Domainesia merupakan penyedia hosting cPanel terbaik di tanah air yang didukung oleh berbagai fitur handal dan profesional. Seperti fitur enterprises guide SSD yang mampu membuat kinerja website maupun blog sobat sangat cepat diakses laksana kecepatan kilat. Lalu ada teknologi Backup yang membuat data-data file anda dalam web atau blog tersimpan otomatis secara baik dan harian dan tidak akan pernah hilang sampai kapanpun.

Untuk mulai menggunakan hosting cPanel di Domainesia, anda mesti login ke cPanel. Dengan cara membuka situs Domainesia di browser laptop anda. Baik menggunakan browser Safari, Google Chrome maupun Mozilla Firefox. Kemudian menekan tombol sign in. Lalu memasukkan username dan password. Untuk lokasi server terdapat di empat negara yang bisa sobat pilih seperti Jepang, Amerika, Singapura dan Indonesia.

Pokoknya, jangan ragu untuk membeli hosting cPanel di Domainesia. Karena terdapat beragam paket, bonus dan penawaran menarik yang sangat banyak. Selain itu, membeli hosting cPanel di Domainesia disediakan panel cPanel untuk memudahkan anda dalam pengaturan domain dan hosting. Apalagi hosting cpanel Domainesia memberikan jaminan hosting berjalan baik tanpa down dan garansi 99,9 persen uptime untuk segala paket hosting murah dan Domain Murah di Domainesia.

Kategori
Plugins Wordpress

Cara Setting Plugin WP Rocket

Cara Setting Plugin WP Rocket – Ada banyak cara untuk menjadikan situs WordPress milikmu memiliki kecepatan yang baik. Seperti halnya menggunakanĀ layanan hosting terbaik, menggunakan layanan CDN (Content Delivery Network) dan juga melakukan banyak optimasi lain dengan bantuan plugin. Nah, pada artikel kali ini saya akan membahas secara lengkap dan khusus untuk menjadikan situs WordPress fast loading dengan bantuan plugin cache WP Rocket.

Apa Itu WP Rocket?

WP Rocket adalah salah satu plugin cache WordPress berbayar (premium) yang dapat kamu manfaatkan untuk mempercepat situs WordPress milikmu. WP Rocket bekerja dengan cara mengurangi beban file HTML, JavaScript dan CSS pada suatu website. Selain itu, plugin ini juga datang dengan berbagai macam fitur penting lainnya. Lebih lengkapnya tentang fitur WP Rocket dan perbandingan dengan plugin cache lainnya bisa kamu lihat pada tabel dibawah ini.

features wp rocket

Cara Setting Plugin WP Rocket

Yang pertama pastikan kamu telah menginstall plugin WP Rocket terlebih dahulu. Jika belum punya kamu dapat membeli plugin WP Rocket pada situs resminya:Ā http://wp-rocket.me.

wp-rocket download

Terlalu mahal? Tenang, saya membuka jasa instalasi plugin WP Rocket dengan harga 50 ribu saja per domain, free update via dashboard WordPressmu hingga tahun 2020. Lebih lanjut hubungi saya pada link berikut.

Jika sudah punya, segera install dan aktifkan plugin tersebut. Setelah itu silahkan masuk ke menuĀ Settings Ā» WP-Rocket. Disana kamuĀ akan melihat beberapa menu tab yang terdiri dari : Dashboard, Cache, File Optimization, Media, Preload, Advance Rules, Database, CDN, Add-ons, dan Tools.

1. Cache

Cara Setting WP Rocket

Mobile CacheĀ ā€“ Nyalakan cache untuk tampilan mobile.

Separate cache files for mobile devices – Opsional, boleh dinyalakan boleh tidak.

User CacheĀ ā€“ Nyalakan opsi ini jika user login di websitemu. (misal websitemu menggunakan memberpress, bbpress). Jika tidak, opsi ini harus dimatikan.

Cache LifespanĀ ā€“ Biarkan default. Jika websitemu jarang update konten, naikkan beberapa jam.

2. File Optimization

– Basic Settings

Cara Setting WP Rocket

Minify HTML – Memperkecil ukuran file HTML

Combine Google Fonts files – Menggabungkan file-file google fonts untuk mengurangi HTTP Request (meningkatkan load speed)

Remove query strings from static resources – Menghapus versi query string (dapat meningkatkan skor GTMetrix)

– CSS Files

Cara Setting WP Rocket

Centang semuanya, jika tampilan website berantakan, matikan kembali.

Optimize CSS Delivery – Gunakan Sitelocity untuk mendapatkan Fallback Critical CSS.

– JS Files

Cara Setting WP Rocket

Centang semuanya, jika tampilan website berantakan, matikan kembali.

3. Media

Cara Setting WP Rocket

Untuk bagian Lazy load, enable for image sengaja saya matikan karena menyebabkan gambar tidak muncul (blank putih).

4. Preload

Cara Setting WP Rocket

Preload Bot – tidak perlu dinyalakan jika server/hosting yang kamu gunakan memiliki spesifikasi rendah.

Prefetch DNS Request – Tulis //fonts.googleapis.com

5. Advance Rules

Biarkan default saja.

6. Database

Centang seluruhnya kecuali AutoĀ Drafts.

7. CDN

Cara Setting WP Rocket

Jika kamu menggunakan CDN jangan lupa untuk mencentang opsi CDN. Tulis CDN Cname pada kolom yang disediakan. Disini saya menggunakan CDN gratis dari InxyHost (Sekarang Hostry) dan mengaturnya untuk serving Images saja.

8. Addons

Cara Setting WP Rocket

Untuk Cloudflare sebenarnya opsional. Jika tidak menggunakan Cloudflare ya gaperlu dinyalakan. Lalu selanjutnya berhubung server saya tidak menggunakan Varnish, jadi tidak saya nyalakan opsinya.

9. Cloudflare

Cara Setting WP Rocket

Isi credential cloudflare terlebih dahulu, lalu nyalakan opsi Optimal Settings. Done.

Demikian cara setting WP Rocket terbaru. Selanjutnya silahkan cek skor websitemu di Pagespeed Insight atau GTMetrix. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Kategori
Plugins Tutorial VPS Wordpress

Cara Menggunakan WP Automatic

Cara Menggunakan WP Automatic – WP Automatic adalah salah satu plugin WordPress yang bisa kita manfaatkan untuk membuat/membangun suatu website AGC (Auto Generate Content). Dimana dengan plugin ini kita tidak perlu pusing-pusing untuk menulis artikel/konten. Cukup aktifkan pluginnya dan dengan beberapa setting khusus, semuanya dapat dilakukan secara otomatis oleh WP Automatic.

Cara Kerja WP Automatic

Cara kerja wp automatic ini adalah dengan mengambil atau grab konten dari website lain, lalu dipublish ulang di website pribadi. Kita juga dapat melakukan spin, translate, edit link, inject keyword dan lain sebagainya sebelum mempublish ulang. Keren bukan?

Seperti halnya tools-tools AGC pada umumnya, dengan menggunakan wp automatic kita tidak perlu capek-capek nulis, karena konten target akan terposting di website kita secara otomatis dengan jeda waktu yang dapat kita set sesuka hati (auto pilot).

Adapun jenis konten yang bisa kita grab menggunakan plugin ini misalnya seperti EzineArticle, Youtube, Ebay, Amazon, Feed dan lain sebagainya.

Cara Menggunakan WP Automatic

1. Requirement

Yang pertama pastikan kamu sudah menginstall plugin wp automatic. Bagi yang belum punya bisa hubungi saya via email. Harga murmer šŸ˜€

Yang kedua pastikan hosting/server yang kamu gunakan memiliki spesifikasi cukup bagus. Jangan sekali-sekali menggunakan hosting gratisan karena hasilnya sudah pasti tidak optimal. Kebanyakan hosting gratis sangat amat dibatasi penggunaan resourcenya. Oleh karena itu, dalam menggunakan wp automatic ini saya lebih menyarankan untuk menggunakan VPS. Kamu bisa menggunakan VPS gratis dari GCP (1 tahun) atau penyedia VPS murah seperti Upcloud yang memberikan free credit senilai $25.

Baca juga:Ā Gratis Voucher $25 Untuk Bikin VPS di UpCloud

Lalu yang ketiga, pastikan Feed website target adalah full text. Karena jika feed target dalam bentuk summary sudah bisa dipastikan hasilnya zonk. šŸ˜€

2. Setting WP Automatic

Masuk menu Wp AutomaticĀ Ā» Settings. Lalu pada bagian Search and Replace tulis teks yang ingin kamu ganti. Misal web target adalah kompas.com dan web kamu adalah muhammadroyyan.com. Tinggal tulis saja:

kompas.com|muhammadroyyan.com

Dengan begitu setiap teks kompas.com yang ada pada seluruh artikel akan diganti/direplace dengan teks muhammadroyyan.com. Hal ini berfungsi untuk menghindari blog kita memberikan backlink pada blog target.

3. Membuat Campaign Baru

Klik menu WP Automatic Ā» New Campaign. Nantinya akan muncul beberapa setting. Jangan lupa beri judul dan atur frekuensi sesuai selera. Frekuensi disini maksudnya adalah jeda antara setiap post artikel. Misal 1 jam, berarti tiap 1 jam sekali wp automatic akan bekerja/grabbing dan mempublish konten dari website target. Saya sarankan untuk mengatur frekuensi sekitar 1 jam jika spesifikasi server/hosting kamu cukup rendah.

Cara Menggunakan WP Automatic

Pada bagian Campaign Option, silahkan atur seperti pada gambar berikut.

Cara Menggunakan WP Automatic

Lalu berikan centang seperti pada gambar berikut

Cara Menggunakan WP Automatic

Lalu pada bagian Post Template atur seperti pada gambar berikut

Cara Menggunakan WP Automatic

Untuk bagian Post type, format & Status biarkan default saja. Lanjut ke bagian Images. Bisa kita setting untuk hotlink atau menyimpan di server sendiri. Tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan.

Cara Menggunakan WP Automatic

Lalu settingan lainnya biarkan default saja. Selesai.

Sekarang coba kita publish lalu klik tombol biru untuk menjalankan WP Automatic. Jika berhasil, maka wp automatic akan menampilkan notif seperti pada gambar berikut.

Cara Menggunakan WP Automatic

Demikian cara menggunakan WP Automatic. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Kategori
Tutorial VPS Wordpress

Cara Install EasyEngine di VPS

Cara Install EasyEngine di VPS – Sudah pada tahu EasyEngine belum? Yap, EasyEngine adalah salah satu script autoinstaller yang akan memudahkan kamu dalam melakukan instalasi LEMP + WordPress di VPS. Jadi hanya dengan mengetikkan beberapa baris script saja, kita bisa membuat sebuah website WordPress yang tangguh dan aman hanya dalam beberapa menit saja.

Fitur-fitur EasyEngine

Dengan menginstall EasyEngine kita akan mendapatkan kemudahan dalam melakukan install WordPress di VPSĀ dengan LEMP. Untuk yang belum tahu, LEMP adalah singkatan dari Linux, NginX, MariaDB, dan PHP. Instalasi LEMP dikenal lebih baik dan tahan banting daripada instalasi LAMP yang terdiri dari Linux, Apache, MySQL, PHP. Dan FYI aja nih temen-temen, dengan menggunakan EasyEngine kita gaperlu install satu-persatuĀ Linux, NginX, MariaDB, PHP yang ribetnya minta ampun (kalo bagi orang awam). Semuanya akan terinstall secara otomatis.

Tak hanya itu saja, EasyEngine juga menyediakan auto installer free SSL dari Let’s Encrypt dan juga plugin cache. Jadi dengan script yang berbeda kita bisa menginstall LEMP+WP+SSL secara sekaligus. Atau bisa juga dikombinasikan dengan LEMP+WP+SSL+Redis cache. Ada banyak varian plugin cache yang bisa kita coba dan tentu saja semua itu gratis.

Keuntungan lainnya adalah EasyEngine tidak menggunakan panel GUI, sehingga tidak terlalu makan banyak resource. Yaa mirip-mirip seperti ServerPilot laah.

Cara Install EasyEngine

Login VPS sebagi root, bisa pake putty atau software lainnya. Setelah itu paste script berikut ini.

wget -qO ee rt.cx/ee && sudo bash ee

Dengan begitu EasyEngine sudah terinstall di VPS milikmu. Langkah selanjutnya yaitu menginstall WordPress menggunakan EasyEngine. Defaultnya (LEMP+WP) kamu bisa menggunakan command berikut.

sudo ee site create domainkamu.com --wp

Untuk menginstall LEMP+WP+SSL bisa menggunakan command berikut

ee site create domainkamu.com --wp --letsencrypt

Untuk menginstall WP varian-varian lainnya bisa menggunakan perintah

sudo ee site create domainkamu.com --wp

Tetapi ganti akhiran –wp dengan yang ada dibawah ini

Single Site Multisite w/ Subdir Multisite w/ Subdomain
NO Cache --wp --wpsubdir --wpsubdomain
WP Super Cache --wpsc --wpsubdir --wpsc --wpsubdomain --wpsc
W3 Total Cache --w3tc --wpsubdir --w3tc --wpsubdomain --w3tc
Nginx cache --wpfc --wpsubdir --wpfc --wpsubdomain --wpfc
Redis cache --wpredis --wpsubdir --wpredis --wpsubdomain --wpredis

Mudah bukan?

Demikian cara install EasyEngine di VPS. Jika mengalami kesulitan jangan sungkan-sungkan untuk bertanya dikomentar. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Kategori
Tutorial VPS

Cara Install VPSSIM Terbaru

Cara Install VPSSIM – Buat temen-temen yang lagi bingung mau pake script apa untuk manage VPS nya, bisa cobain nih VPSSIM (VPS Simple). Salah satu script auto installer LEMP stack (Nginx, MariaDB & PHP-FPM) buatan orang Vietnam. Keunggulan dari VPSSIM ini ialah fiturnya yang lumayan banyak. Untuk lebih jelasnya bisa dicek terlebih dahulu di website resminyaĀ Ā» vpssim.com.

Oiya, FYI aja nih temen-temen, tepat beberapa hari yang lalu VPSSIM juga ketularan Serverpilot. Jadi VPSSIM yang semula gratis 100% ini akhirnya dibagi menjadi 2 varian, yaitu versi Personal (gratis) dan Business (berbayar). Untuk versi personal VPSSIM hanya dapat menampung sejumlah 3 buah website & database saja. Sedangkan untuk versi business dapat menampung website unlimited/tidak terbatas. Harganya pun terbilang cukup murah yaitu $25 untuk unlimited website (promo terbatas). Saya bilang cukup murah karena acuan saya dengan Serverpilot šŸ˜€

VPSSIM bisa dikategorikan sebagai non panel karena user interfacenya yang masih menggunakan CLI. Meskipun begitu, saya yakin belum ada 5 menit temen-temen pasti sudah mahir mengoperasikannya, karena memang menu-menunya cukup user friendly. Sebagai tambahan, VPSSIM hanya berjalan di Centos 6/7 dengan minimal RAM 512 MB.

Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya? Berikut telah saya rangkum tutorial install VPSSIM di VPS.

Cara Install VPSSIM

Login sebagai root lalu masukkan command berikut

yum -y install wget; wget https://vpssim.com/install; chmod +x install; bash install

Setelah itu tentukan bahasa yang ingin kamu gunakan, pilih saja english

=========================================================================
VPSSIM Support Centos 6 (64 Bit) & Centos 7
-------------------------------------------------------------------------
Recomended Centos 7 to compatible with the new version of VPSSIM.
-------------------------------------------------------------------------
VPSSIM support: English & VietNamese. 
-------------------------------------------------------------------------
After finished setup, If you want to change language for VPSSIM, using
-------------------------------------------------------------------------
[ Change Language ] function in main menu.
=========================================================================
                     Choose Language For VPSSIM
=========================================================================
1) EngLish
2) VietNamese
3) Cancel
Type in your choice: 1

Lalu isi informasi yang dibutuhkan

==========================================================================
Default VPSSIM setup PHP 7.1 for your server. Change PHP version by using
--------------------------------------------------------------------------
the function[ Change PHP Version ]in [ Update System ] on VPSSIM Menu.
--------------------------------------------------------------------------
PHP Version support: PHP 7.1, PHP 7.0, PHP 5.6, PHP 5.5 & PHP 5.4
--------------------------------------------------------------------------
MariaDB Versions support: 10.3, 10.2, 10.1 & 10.0
==========================================================================
Server's Parameters:  
--------------------------------------------------------------------------
Server Type: kvm
CPU Type:  Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2630L v2 @ 2.40GHz
CPU Core: 1
CPU Speed:  2399.998 MHz
Memory: 488 MB
Disk: 20G
IP: 45.55.82.60
--------------------------------------------------------------------------
Fill Out Your Information: 
==========================================================================
Type In Phpmyadmin Port [ENTER]: 999
--------------------------------------------------------------------------
Type in Your eMail [ENTER]: [email protected]
-------------------------------------------------------------------------
Password for root of MySQL must be at least 8 characters long. 
-------------------------------------------------------------------------
Type in the password for root of MySQL [ENTER]: xxxxxxxxx
==========================================================================
Choose MariaDB Version 
==========================================================================
1) MariaDB 10.3 
2) MariaDB 10.2 
3) MariaDB 10.1 
4) MariaDB 10.0
Type in your choice: 1

Lalu pilih Nginx

==========================================================================
CHOOSE NGINX VERSION: STABLE OR MAINLINE: 
==========================================================================
STABLE: VPSSIM will setup Nginx from Nginx Repo.
--------------------------------------------------------------------------
This is stable version. Setup process will be faster.
--------------------------------------------------------------------------
After setup, You can not change Nginx to any other version. 
--------------------------------------------------------------------------
You can update Nginx with update Centos system..
==========================================================================
==========================================================================
MAINLINE: VPSSIM will compile Nginx from nginx source.
--------------------------------------------------------------------------
This is newest version of Nginx, download from Nginx.org. 
--------------------------------------------------------------------------
Setup process maybe longer than from repo but you can change Nginx to
--------------------------------------------------------------------------
other version after setup. And you can update Nginx from source.
==========================================================================
1) Nginx Stable Version
2) Nginx Mainline Version
Type in your choice: 1

Setelah itu akan muncul konfirmasi. Pilih saja Agree. Dengan begitu VPSSIM akan terinstall dengan sendirinya dan diakhiri dengan reboot otomatis.

Jika sudah beres kamu bisa masuk ke menu VPSSIM dengan mengetikkan perintah berikut

vpssim

Jika muncul peringatan firewall tekan saja Enter. Lalu kamu akan dibawa masuk kedalam menu VPSSIM.

=========================================================================
            VPSSIM - Manage VPS/Server by VPSSIM.COM (4.0.0.2)               
=========================================================================
                             VPSSIM Menu                                
=========================================================================
 1) Add Website & Code		   16) Backup Data To VPS Backup
 2) Remove Website		   17) Resilio Sync Manage
 3) Backup & Restore Code	   18) Setup File Manager
 4) Database Manage		   19) Setup Net2FTP
 5) PhpMyadmin Manage		   20) Setup MonstaFTP
 6) Zend OPcache Manage		   21) Setup NetData
 7) Memcached Manage		   22) Setup FreeSSL (Let's Enctypt)
 8.) Redis Cache Manage		   23) Setup PaidSSL (Comodo...)
 9) FTP Account Manage		   24) Tools - Addons
10) Swap Manage			   25) Update System (Nginx,PHP...)
11) Cronjob Manage		   26) Clear All Caches
12) Log File Manage		   27) Check Server Status & Info
13) Change PHP Settings		   28) Update VPSSIM
14) WordPress Blog Tools	   29) Change Language
15) Secure Server & Website
Type in your choice (0-Exit):

Demikian cara install VPSSIM di VPS. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Kategori
Tutorial VPS

Cara Install PHPMyAdmin di VPS

Jadi sudah pada tau belum apa itu phpmyadmin? Yap salah satu fitur yang biasanya terdapat didalam cPanel. Nah phpmyadmin ini bisa kita manfaatkan untuk mengelola/manage database MySQL. Jadi kita bisa membuat database, mengelola tabel, mengelola userĀ dan permission bahkan melakukan query database MySQL secara mudah dan cepat. Jadi kamu gaperlu bingung utak-atik database dengan command-command linux karena pada dasarnya user interface dari phpmyadmin ini berbasis web. Jadi lebih mudah dipahami dan dioperasikan.

Selain itu, beberapa orang biasanya memanfaatkan phpmyadmin sebagai alat bantu dalam migrasi suatu website ataupun mereset password WordPress. Katakanlah proses migrasi dari shared hosting ke VPS, phpmyadmin berfungsi untuk memudahkan eksport dan import database.

Bagi pengguna cPanel, biasanya sudah disediakan phpmyadmin didalamnya. Namun bagi pengguna VPS, phpmyadmin ini kudu diinstall secara mandiri. Bagaimana cara install phpmyadmin di VPS? Langsung saja simak tutorialnya dibawah ini.

Langkah-langkah Install PHPMyAdmin di VPS

Pertama silahkan login sebagai root di VPS mu. Lalu ketikkan command berikut.

Ubuntu/Debian

sudo apt-get install phpmyadmin

Centos

yumĀ install phpmyadmin

Ditengah proses instalasi, kamu akan diminta untuk menentukan webserver apa yang sedang kamu gunakan.Ā Jika kamu menggunakan Apache2, silahkan beri tanda bintang pada Apache2. Caranya, tekan tombol space pada keyboard lalu pilih Ok. Untuk berpindah ke ā€œOkā€ silahkan tekan tab pada keyboard kemudian enter.

install phpmyadmin

Kemudian, akan muncul pertanyaan ā€œConfigure database for phpmyadmin with dbconfig-common?ā€ Silahkan pilih saja ā€œYesā€. Artinya, seluruh konfigurasi didalam phpmyadmin akan disesuaikan dengan data dbconfig-common yang ada pada MySQL.

install phpmyadmin

Setelah itu kamu akan diminta untuk membuat password. Usahakan yang sulit ditebak ya. Lalu tulis password kembali untuk konfirmasi. Done.

Demikian cara install phpmyadmin di VPS. Kamu bisa mengaksesnya melalui browser dengan mengetikkan <ip_address>/phpmyadmin, contoh: 35.35.35.35/phpmyadmin. Login dengan username root dan password yang telah kamu buat di step sebelumnya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Kategori
FYI VPS

Update: Kumpulan Control Panel VPS Gratis Alternatif Serverpilot

Kumpulan Control Panel VPS Gratis Alternatif Serverpilot – Beberapa hari yang lalu tepatnya pada tanggal 10 Juli 2018, Serverpilot yang notabene SaaS (software as a service) terbaik dan termudah untuk urusan manage VPS (menurut saya) ternyata sudah menutup versi gratisnya. Udah gaada lagi free plan dan plan-plan lainnya, sekarang sudah digantikan dengan economy plan.

Jadi buat temen-temen yang ingin mencicipi fitur dari serverpilot ini kedepannya udah ga gratis lagi. Kalian kudu membayar sebesar $5/server/bulan. Ditambah lagi untuk tiap apps yang kalian buat, ditagih sebesar $0.5. Kalau diitung-itung jatuhnya mahal juga sih, apalagi bagi mahasiswa kayak saya šŸ˜€

Untuk itu, sebagai sesama pecinta gratisan, disini saya akan berbagi beberapa control panel VPS gratis (based open source) yang mana dapat kita manfaatkan sebagai alternatif serverpilot. Langsung saja daripada lama-lama, berikut telah saya rangkum beberapa control panel maupun non panel gratis untuk manage VPS yang paling rekomended.

DaftarĀ Control Panel VPS Gratis Terbaik

1. CyberPanel

Control panel pertama yang akan saya bahas disini adalah CyberPanel. Jadi FYI aja nih temen-temen, CyberPanel ini merupakan salah satu atau mungkin satu-satunya panel manajemen VPS gratis berbasis Open Litespeed (OLS). Desain tampilannya yang cukup modern dan user friendly menjadikan panel ini seketika diminati banyak orang di awal peluncurannya. Didalamnya terdapat berbagai macam fitur untuk kebutuhan sysadmin, seperti halnya litespeed cache, multiple PHP,Ā Mail Server, DNS Server, Auto SSL, Backup dan restore, Firewall, File Manager, auto install WordPress dan masih banyak lagi.

Baca juga:Ā Cara Install CyberPanel di VPS Google Cloud Platform

2. VestaCP

VestaCP, salah satu control panel VPS gratis dengan user cukup banyak. Memiliki fitur yang terbilang overkill (menurut saya) dalam manajemen server. Ditambah lagi adanya dukungan multibahasa termasuk bahasa Indonesia menjadikan control panel gratis yang satu ini cukup populer di Indonesia. VestaCP dapat diinstall di Debian 7, Centos 5, Centos 6,Ā RHEL 5, RHEL 6 ,Ā Ubuntu 12.04, Ubuntu 12.10, Ubuntu 13.04, Ubuntu 13.10, dan Ubuntu 14.04. FYI aja nih, VestaCP merupakan control panel VPS yang saya gunakan pertama kali sebelum akhirnya beralih menggunakan Serverpilot.

3. Centos Web Panel

Selanjutnya yaitu Centos Web Panel atau biasa disingkat CWP. Salah satu control panel VPS yang memiliki beberapa fitur mirip di cPanel. Sebut saja seperti Softaculous, CSF, dan menariknya di CWP ini juga tersedia fitur cPanel converter dimana pengguna dapat memindahkan/migrasi web berbasis cPanel ke CWP dengan mudah. Selain itu CWP ini juga terkenal dengan penggunaan RAM yang cukup irit.

4. Webuzo

Webuzo adalah kontrol panel VPS yang memiliki segudang fitur yang tak kalah overkill. Salah satu keunggulan Webuzo adalah, didalamnya terdapat 200+ aplikasi dan skrip berbasis server siap install. Dengan begitu kamu tidak perlu repot-repot mengetikkan berbagai macam command untukĀ mengaktifkan atau menginstall aplikasi. Cukup dengan beberapa kali klik saja semua sudah beres dan siap digunakan. Bisa dibilang, Webuzo merupakan versi gratis dari cPanel.

5.Ā VPSSIM

Selanjutnya yaitu VPSSIM. Salah satu aplikasi karya dari developer Vietnam yang berguna untuk manage VPS. Didalamnya terdapat berbagai macam fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan web hosting. VPSSIM berbeda dengan keempat control panel yang telah saya sebutkan diatas, dimana VPSSIM menggunakan CLI (Command-Line Interface) sehingga bisa dipastikan VPSSIM ini lebih ringan dan irit RAM daripada panel-panel diatas.

Baca juga:Ā Cara Install VPSSIM Terbaru

6. EasyEngine

Hampir sama seperti VPSSIM, EasyEngine atau biasa disebut EE adalah salah satu tool untuk manage VPS yang dikhususkan untuk pengguna WordPress. EE ini bisa dibilang sebagai autoinstaller LEMP + WordPress di VPS. Dengan mengetikkan beberapa baris command dari EE, VPS kita akan langsung terinstall Nginx webserver, MySQL, PHP, WordPress dan juga SSL Let’s Encrypt. Selain itu terdapat berbagai pilihan cache yang dapat kita gunakan didalam EE ini. Seperti redis, Nginx cache, W3 Total Cache, dll.

Baca juga:Ā Cara Install EasyEngine di VPS

7. ZesleCP

Jadi ZesleCP ini salah satu control panel gratis untuk manajemen VPS yang direkomendasikan oleh agan Aris Ripandi melalui kolom komentar. Yaa meskipun saya pribadi belum sempat nyoba, namun tampilan dari ZesleCP ini sangat menarik. Desainnya cukup modern dan user friendly, ditambah lagi fiturnya yang tak kalah overkill dibanding panel-panel yang telah saya sebutkan diatas, kayaknya panel yang satu ini emang layak masuk jajaran alternatif serverpilot. Yaa ditunggu saja, next time saya bikinin tutorial install dan review ZesleCP ini.

Demikian kumpulan control panel yang bisa kamu gunakan untuk memudahkan dalam manajemen VPS. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.