Beranda Tips Cara Mempercepat Loading Blog dan WordPress

Cara Mempercepat Loading Blog dan WordPress

0
Cara Mempercepat Loading Blog

Blog yang cepat adalah idaman para visitor. Mereka tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan informasi yang ingin dicari. Selain itu banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan ketika blog atau website kita terasa cepat diakses. Beberapa diantaranya adalah

  1. Meningkatkan ranking SEO (Google ingin yang terbaik)
  2. Menigkatkan UX (User Experience), memerikan kesan yang baik bagi pengunjung. Hal ini sangat penting jika pengunjung adalah calon pembeli produk.
  3. Meringankan beban bandwidth, semakin optimal maka akan mengurangi jumlah distribusi konten.
  4. Meringankan bagi pengunjung dengan koneksi lambat.
  5. Yang terakhir, kamu juga pasti membenci web yang lambat kan?

Langkah-langkah Mempercepat Loading Blog dan Web

Dalam teknik ini akan kita usahakan kecepatan loading kita seoptimal mungkin, perhatikan bahwa kita tidak harus menerapkan semua langkah yang akan dijelaskan, lakukan dengan bijak dan tetap perhatikan arahan tiap langkah. Langkah akan terbagi dalam Dua kategori yaitu:

  1. Server
  2. Elemen Konten

Sebelum memulai, silahkan backup dulu website atau blogmu.

SERVER

Dalam hal server, kamu bisa memulai melakukan optimasi dengan memilih tempat yang bagus dalam hal support dan mudah dalam melakukan optimasi server. Jangan sampai terkendala karena peraturan penyedia hosting yang ribet harus ini itu dan dibatasi ini itu. Mari kita mulai melakukan optimasi, dan usahakan ubah web ke maintenance mode agar tidak mengganggu para pengunjung.

CACHE BROWSER

Dengan memanfaatkan cache browser, kamu dapat memangkas loading untuk file yang sering dimuat seperti CSS, JS dan gambar. Cara kerjanya adalah pada kunjungan pertama browser klien akan meload konten dari server dan akan menyimpan dalam cache browser, dengan menyimpan konten di dalam cache browser maka untuk kunjungan berikutnya maka browser tidak akan meminta konten ke server, melainkan akan meload dalam cache browser. Caranya adalah sebagai berikut:

Dengan menambahkan pengaturan expires header pada file htaccess, kamu dapat mengatur jenis file dan lama waktu cache bertahan. Dalam tutorial ini saya menggunakan contoh pengaturan yang biasa dipakai dan lolos Google PageSpeed.

Kode di bawah memberitahu browser file apa saja yang akan dicache dan berapa lama untuk “ditahan” dalam cache (lokal). Tambahkan ke bagian paling atas pada file .htaccess. Atur berapa lama cache bertahan sesuai dengan tingkat update web pada bagian “access 1 year”, hati-hati jangan diatur terlalu lama jika web sering melakukan update.

KEEP-ALIVE

Bagi yang belum tahu apa itu keep-alive, keep-alive adalah suatu teknik yang memungkinkan koneksi TCP untuk tetap hidup dan membantu mengurangi latensi pada permintaan berikutnya, jadi latensi disini disebabkan selalu meminta TCP baru setiap permintaan, dengan membuat TCP terus hidup akan memaksa agar menggunakan TCP yang sama dan menghindari pemakaian TCP baru.

Untuk menerapkan keep-alive, kamu bisa menanyakan terlebih dahulu pada penyedia hosting dan minta fitur keep-alive diaktifkan. Jika kesulitan untuk melakukan hal tersebut maka ada beberapa cara lain yang dijelaskan berikut (gunakan salah satu):

 Tambahkan skrip diatas pada file htaccess.

Tambahkan skrip diatas pada file config apache (kalau diizinkan penyedia web hosting).

GZIP COMPRESSION

Ada beberapa manfaat yang kita dapatkan dengan mengaktifkan kompresi Gzip, karena metode ini yang paling populer untuk memuat situs kita lebih cepat dengan mengurangi lebih dari 70% ukuran halaman blog atau web. Sekarang sebagian besar web atau blog menggunakan kompresi Gzip.

Kamu bisa menggunakan htaccess untuk mengaktifkan metode Gzip Compression, caranya tambahkan skrip berikut pada file htaccess.

CDN

CDN (Content Delivery Network) atau Jaringan Pengiriman Konten merupakan sistem jaringan server untuk mengirimkan konten yang ada dalam sebuah aplikasi/web ke berbagai pengunjung/pengguna di berbagai tempat agar data/konten yang dikirim diterima lebih cepat (pengiriman data tidak harus dari server pusat, melainkan melalui CDN terdekat).

Pada gambar diatas (diambil dari gtmetrix.com) menjelaskan bahwa dengan CDN, pengguna dari eropa akan dapat men-download konten statis melalui CDN terdekat (terletak di eropa juga) sehingga situs akan lebih cepat karena tidak perlu men-download konten statis dari server pusat yang berada di amerika.

Masalahnya adalah, sebagai pembeli CDN yang cerdas kita harus jeli dalam memilih penyedia CDN. Pastikan area yang tersedia (spot-spot CDN) sudah memenuhi target pasar kita, semakin banyak belum tentu semakin baik, sesuaikan dengan tingkat kebutuhan area yang ingin dijangkau.

ELEMEN KONTEN

Setelah bagian server sudah selesai kita optimasi, selanjutnya kita berpindah ke bagian konten. Pada bagian ini kita akan melakukan optimasi yang fokus pada konten, pada bagian server yang bertugas dalam hal distribusi konten selesai dioptimasi, maka dengan melakukan optimasi konten yang akan didistribusikan akan membuat kecepatan web meningkat dengan sangat baik.

MINIFY SKRIP

Bagian pertama yang akan dioptimasi adalah bagian skrip yang berupa HTML, CSS dan JS (Javascript). Teknik ini bekerja dengan mengoptimalkan skrip yang akan dipakai dalam production site (dipakai saat live, buka trial atau debug).

Ketika skrip yang digunakan dalam trial dan debug maka kita akan membuat skrip kita serapi mungkin dengan menambahkan tab, spasi dan komentar agar mudah dibaca dan mudah saat ada menangani kesalahan skrip.

Ketika skrip sudah siap digunakan, maka kita bisa mengurangi ukuran skrip tersebut dengan membuang spasi, tab dan komentar. Teknik ini disebut minify, jika kamu pernah download skrip yang ketika dibuka tampak tanpa spasi, komentar dan serasa ditumpuk menjadi satu baris, maka skrip itu telah diminify.

Minify tidak sebatas satu file skrip, jika kita mempunyai Skrip CSS/JS lebih dari satu, kita bisa menggabungkan semua CSS/JS pada satu file dan langsung di minify (CSS dan JS harus dipisah, gabung yang sejenis).

Kamu dapat menggunakan plugin W3 Total Cache untuk mulai meminify atau menggabungkan CSS dan JS file menjadi satu.

Baca Juga: Meningkatkan Kecepatan WordPress dengan Plugin W3 Total Cache

MENGOPTIMALKAN GAMBAR

Pada tahap ini kita akan membuat agar gambar dalam website kita optimal dengan baik, kita semua tahu jika gambar merupakan konten utama yang memakan ruang atau space dalam website karena sebagian besar yang mengisi dalam web adalah gambar.  Jika kita bisa mengoptimalkan penggunaan gambar dalam web maka kita sudah berhasil menurunkan beban server yang begitu besar.

Ada beberapa teknik yang dapat diterapkan dimulai dari menurunkan ukuran gambar dengan di-kompres sampai memanfaatkan cdn gratisan. ???? Mengenai apa saja langkah yang bisa kita tempuh, silahkan perhatikan langkah-langkah dibawah ini:

Kompres Gambar

Sebelum posting gambar, sebaiknya kamu kompres dulu gambar tersebut. Bisa menggunakan tool online atau software, biasanya ukuran gambar akan berkurang tanpa terlalu mengurangi kualitas gambar.

Untuk yang tidak mau ribet bisa menggunakan bantuan plugin. Salah satu plugin wordpress yang saya rekomendasikan untuk melakukan compress gambar adalah WP Smush.

Baca Juga: Cara Upgrade WP Smush Pro Gratis

Demikian beberapa tips yang dapat kamu coba untuk meningkatkan kecepatan loading saat akses blogmu. Jika kamu punya tips lain, bagikan dikolom komentar yaa.. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here