Beranda FYI 3 Cara Mudah Kompres Gambar Buat Blogger

3 Cara Mudah Kompres Gambar Buat Blogger

0
compress gambar

Sebagai blogger, sangat penting untuk selalu mengoptimalkan kecepatan blog. Beberapa cara yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan plugin cache, CDN dan juga mengkompres gambar agar sizenya tidak terlalu besar. Simple bukan? Cuma 3 itu saja sih kunci kecepatan suatu website. Dari ketiganya, kompres gambar ini poin paling penting. Bahkan kalo bagi saya mengkompres gambar ini hukumnya wajib. Sederhananya, semakin besar size suatu gambar maka semakin lemot pula loading websitenya.

Hemat Disk Space dan Bandwith

Sejatinya, mengkompres gambar juga dapat menghemat diskspace dan bandwith kita. Gambar yang semula 1MB dikompres menjadi 50KB, atau gambar yang semula 50KB dikompres menjadi 10KB. Jadi irit kan.

Bayangkan jika satu artikel terdapat 5 gambar yang masing-masing besarnya 5MB an (udah kayak file MP3 aja) dan ga dikompres sama sekali. Wiikkk bisa jebol disk spacenya 😀 Hosting yang semula bisa diisi dengan ratusan artikel jadinya cuma bisa diisi beberapa puluh saja. Apalagi tiap di buka oleh pengunjung, bandwith hosting kita cepet terkuras. Ditambah lagi, apa kamu ga kasian sama pengunjung, kuota mereka cepet abis ntar 😀

Jadi sebisa mungkin kompres gambar dahulu deh sebelum diupload ke blog. Toh gaada ruginya juga mengkompress gambar.

Cara Kompres Gambar

Nah, dalam mengkompres suatu gambar ini kita bisa menggunakan beberapa cara. Diantaranya dengan menggunakan plugin (kalo pake WordPress), tool online maupun software. Dari ketiga cara tersebut, saya punya jagoan masing-masing. FYI aja nih, sampai sekarang saya juga masih pakai. Jadi buat temen-temen yang pengen ikutan ngirit diskspace dan bandwith hosting bisa cobain tool-tool pilihan dibawah ini. Cekidot.

1. Plugin WordPress

Berhubung saya menggunakan WordPress, tentunya tak luput juga dalam menggunakan plugin kompres gambar. Plugin WordPress untuk kompres gambar yang saya rekomendasikan hingga sampai saat ini saya masih gunakan, yaitu plugin WP Smush. Tinggal enable auto compress dah jalan sendiri. Setiap gambar yang diupload secara otomatis akan terkompres. Jadi gaperlu deh daftar-daftar akun dan masukin API segala. Pernah menggunakan plugin kompres gambar lainnya tp hasilnya tetep balik lagi ke WP Smush 😀

Kelemahannya adalah, terkadang apa yang dikompres oleh plugin hasilnya kurang maksimal. Sehingga sebelum diupload alangkah baiknya jika dikompres manual dengan menggunakan tool online maupun software.

2. Tool Online

Selanjutnya adalah kompres gambar dengan menggunakan tool online. Sebenarnya ada banyak tool kompres gambar yang bertebaran di internet, tinggal dicobain satu-satu saja mana menurutmu yang sesuai. Tapi kalau diminta rekomendasi, saya lebih menyarankan TinyPNG sebagai tool online untuk kompres gambar terbaik.

Kelemahannya ya proses kompres menggunakan internet. Jadi jika ingin melakukan kompres gambar offline bisa menggunakan software PC.

3. Software

Yang ketiga adalah kompres gambar menggunakan software. Jadi rada ribet juga jika tiap kali mau kompres kudu buka website TinyPNG. Maka dari itu saya install software kompres gambar di laptop saya. Hingga saat ini masih saya gunakan juga. Namanya Caesium. Selain gratis, tampilan dari Caesium ini bersih dan mudah digunakan, bahkan oleh orang awam sekalipun.

Yaa meskipun gratis, jangan remehkan ketangguhan dari Caesium ini. Didalamnya terdapat beberapa pengaturan lanjutan, bahkan kamu bisa setting tingkat kompresi hingga 100% (meskipun ga disarankan). Dengan settingan default saja, hasilnya tidak akan mengecewakan. Saya aja sampai kaget, bersyukur juga bisa nemu software seperti ini 😀 Kalo kamu penasaran dan mau coba Caesium bisa download melalui website resminya disini. Gratis.

Demikian beberapa tips dalam kompres gambar. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here